BUKU CETAK (PRINTED BOOK)
BAITUL HIKMAH LIBRARY AR-ROHMAH PUTRI 1
Penilaian
0,0
dari 5Atlas wali songo
Wali Songo, sekumpulan tokoh penyebar Islam pada perempat akhir abad
ke-15 hingga paruh kedua abad ke-16 adalah tonggak terpenting dalam sejarah
penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara. Dikatakan tonggak terpenting sejarah
penyebaran Islam, karena kedatangan saudagar-saudagar muslim sejak tahun
674 M itu ternyata tidak serta merta diikuti oleh penyebaran agama Islam secara
massif di kalangan penduduk pribumi, sampai kemunculan para penyebar Islam
di Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali Songo, yang makam-makamnya
sampai saat ini sangat dihormati dan dijadikan peziarahan oleh masyarakat
muslim Indonesia.
Dalam Historiograf Jawa disebutkan bahwa pada awal dasawarsa 1440-
an telah datang kakak-beradik asal Champa, yang tua bernama Ali Murtolo
(Murtadho) dan yang muda bernama Ali Rahmatullah bersama sepupu
mereka yang bernama Abu Hurairah ke Jawa. Melalui bibinya, Darawati,
yang dipersunting Sri Prabu Kertawijaya Raja Majapahit (1447-1451 M), Ali
Rahmatullah diangkat menjadi imam di Surabaya dan kakaknya diangkat
menjadi Raja Pandhita di Gresik. Berpangkal dari keluarga asal Champa inilah
penyebaran agama Islam berkembang di wilayah Majapahit terutama setelah
putra-putra, menantu-menantu, kerabat, dan murid-murid dua orang tokoh
kakak-beradik itu berdakwah secara sistematis melalui ‘jaringan’ dakwah yang
disebut “Wali Songo”, yang menurut perkiraan, dibentuk pada pertengahan
dasawarsa 1470-an.
Historiograf Jawa, Cirebon, dan Banten menggambarkan tokoh-tokoh
Wali Songo dengan berbagai kisah keramat. Masing-masing tokoh dikisahkan
memiliki kemampuan suprahuman berupa karomah-karomah yang menakjubkan
yang dengan cepat menarik perhatian masyarakat untuk diislamkan. Sementara
itu, fakta sejarah menunjukkan bahwa setelah dakwah Islam dijalankan Wali
Songo, Islam berkembang sangat pesat di kalangan pribumi. Tome Pires ahli
obat-obatan yang menjadi duta Raja Portugal di Cina yang mengunjungi Jawa
pada tahun 1515 M dalam buku Suma Oriental yang ditulis di Malaka, mencatat
bahwa wilayah di sepanjang pantai utara Jawa dipimpin oleh adipati-adipati
muslim, dan fakta yang sama disaksikan oleh A. Pigafetta yang berkunjung ke
Jawa pada tahun 1522 M.
Fakta sejarah tentang keberadaan Wali Songo ini patut dicamkan oleh
mereka yang mengira bahwa ‘Islam’ baru masuk ke Nusantara pada tahun 1803
M yang ditandai dengan penyebaran dakwah ‘Islam’ yang dilakukan tiga orang
haji asal Sumatra Barat–Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piabang–pembawa
ajaran Wahabi. Sebab, mengingkari keberadaan Wali Songo dari ranah sejarah,
tidak saja menolak kebenaran faktual tentang dakwah Islam Nusantara yang
sampai saat ini masih dianut oleh sebagian besar masyarakat muslim di
Nusantara, melainkan juga mengingkari perubahan sosiokultural-religius yang
terjadi pada masa akhir Majapahit pada abad ke-15 yang melahirkan peradaban
dan budaya baru yang disebut peradaban dan budaya Islam Nusantara.
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| Baitul Hikmah Library Ar-Rohmah Putri 1 (Referensi) | 0010/PB/26 | R 297.995 98 AGU A | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- R 297.995 98 AGU A
- Penerbit
- Depok - Jawa Barat: Pustaka IIman, 2017
- Deskripsi Fisik
- 406 hlm, : 28 x 22 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9786028648097
- Klasifikasi
- R 297.995 98
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- Cet 1
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- Agus Sunyoto
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Resensi Buku
Error
SQLSTATE[HY000]: General error: 1267 Illegal mix of collations (utf8mb4_0900_ai_ci,IMPLICIT) and (utf8mb4_unicode_ci,IMPLICIT) for operation '='
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah